Sesar Baribis dikonfirmasi sebagai sesar aktif secara seismik dengan laju geser 5 milimeter per tahun. Diduga sesar ini memiliki panjang struktur 100 km yang terbagi dalam segmen-segmen dengan panjang bervariasi dan menyimpan magnitudo gempa bumi maksimum mencapai Mw 7,5
![]() |
Sesar Baribis |
Segmen Barat yang relatif diam diduga terkait dengan area terkunci dimana zona seismic gaps ini menghadap langsung Kota Jakarta di Utaranya.
Zona seismic gaps berkorelasi dengan tingkat kompresi yang tinggi, dan dimungkinkan akan menjadi sumber gempa bumi kuat di masa depan
Dalam sejarahnya, bangunan-bangunan besar di Jakarta atau Batavia pernah luluh lantak oleh gempa merusak berkekuatan Mw >7.0 yang diduga terkait aktifitas Sesar Barbiris pada 5 Januari 1699, 22 Januari 1780 dan pada 10 Oktober 1834.
Gempa Bumi 5 Januari 1699
Mengguncang selama “tiga perempat jam" (Coolhaas VI: 49-50), merusak gedung-gedung di Batavia, mengakibatkan puluhan korban jiwa dan longsor di Ciliwung. Runtuhnya bangunan secara signifikan juga dilaporkan terjadi di Banten sampai Lampung
Gempa Bumi 22 Januari 1780
Gempa ini dianggap sebagai salah satu terbesar yang pernah melanda Jawa (Musson, 2012; Albini et al.,2013). Gempa terasa di seluruh Jawa khususnya di Jawa Barat sampai Sumatera bagian tenggara.
Gempa menyebabkan banyak gudang dan rumah runtuh di Jakarta, disusul dentuman terdengar dari Gunung Salak 2 menit setelah gempa dan Gunung Gede turut mengeluarkan asap (Harris and Major, in press).
Gempa Bumi 10 Oktober 1834
Berawal dari serangkaian guncangan kecil pada dini hari yang dirasakan di Batavia hingga Banten, lalu disusul gempa sangat kuat di pagi hari yang terasa sampai Tegal dan Lampung. Musson (2012) menduga magnitudo gempa besarnya mencapai MW > 7.0.
Gempa ini meratakan sebagian besar bangunan di Buitenzorg (Bogor lama). Gempa juga meruntuhkan banyak rumah dan gedung berdinding batu, termasuk Istana Bogor, yang dulu bernama Puri Buitenzorg dan Paleis van Daendels/Het Groot Huis yang kini jadi Gedung Kementerian Keuangan RI.
Dari catatan sejarah gempa-gempa tersebut di atas, lalu sudah siapkah seluruh pihak mengantisipasinya?
Panduan Mitigasi Gempa dan Tsunami
Sumber :
- Implications for fault locking south of Jakarta from an investigation of seismic activity along the Baribis fault, northwestern Java, Indonesia.
Widiyantoro, S., Supendi, P., Ardianto, A. dkk.
- Indonesia’s Historical Earthquakes Modelled examples for improving the national hazard map.
Ngoc Nguyen, Jonathan Griffin, Athanasius Cipta and Phil R. Cummins
- Siklus gempa dan tsunami di selatan Pulau Jawa (LIPI)