Filter DIY Penyegar dan Pembersih Udara Kamar untuk Perokok dan Kabut Asap

thumbnail
Artikel ini mungkin sudah sangat terlambat untuk teman-teman di wilayah terdampak kabut asap, tapi masih bisa dibikin dengan tujuan lain seperti untuk perokok aktif, pasif, alergi debu atau kamar yang bau.

Berikut bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat filter penyegar dan pembersih udara kamar :
1) Fan AC 220V lebar 12x12cm + 2 Jaring Pengaman.
Fan AC Onix Raiden


















Biar awet dan fan tidak cepat mati pilih yang harga menengah atau yang bagus (100-200ribuan), misalnya merk Raiden atau Onix.
* Fan AC 220V bukan Fan PC yang kipasnya pelan, ini menggunakan listrik yang motornya berputar kencang.

2) Filter debu exhaust fan kompor.
Filter debu exhaust fan

Selain Filter debu exhaust fan, siapkan juga masker medis sebagai alternatif lain jika kipasmu kurang kuat tarikannya. filter debu exhaust fan ada dijual di pasar online terkenal.
Masker medis



















3) Filter Carbon.
Ada berbagai macam filter Carbon di pasaran, kamu bisa pilih yang untuk Kulkas seperti punya saya atau yang untuk AC, Air Purifier, mobil, dll.
Filter Carbon Aktif



















Filter Carbon Aktif Air Purifier


























































































4) Dudukan Fan.
fan ac 220v
Dudukan ini bebas bentuk dan bahannya, sesuai kreatifitasmu aja. yang penting Fan bisa bediri dan aman. Punya saya seperti di gbr adl dudukan fan power supply PC.

Cara merakit filter penyegar dan pembersih udara kamar :

1) Pasang fan pada dudukan menghadap keluar dan jaring pengaman di bagian terdepan
Fan filter udara



















2) Bagian belakang juga lindungi dengan jaring pengaman. Pengaman ini sangat penting karena tangan rawan masuk dalam kipas yang putarannya sangat kuat ini.
Filter Udara DIY



















3) Tutupi bagian belakang Fan yang sudah dipasangi pengaman dengan filter Carbon. Caranya bebas, mainkan kreatifitasmu.
Filter Carbon Aktif



















4) Tempelkan Filter debu dengan rapat pada filter carbon.
Lagi-lagi caranya bebas yang penting rapat. Tapi filter debu jangan ditempel permamen pada filter carbon agar mudah dilepas untuk pergantian filter.
Filter Debu Asap



















Fungsi filter terakhir ini adalah agar filter carbon terlindung dari tumpukan debu. sehingga filter debu inilah yang lebih sering diganti baru (sebulan sekali / sesuai kebutuhan). Sementara filter carbon bisa diganti baru setelah filter debu berganti 3-4x.

5) Hidupkan Fan, lalu uji dengan asap rokok.
Filter asap rokok



















Dekatkan ujung rokok yang menyala, jika asap di batang rokok tertarik masuk melewati filter maka pekerjaan ini sudah selesai. Artinya udara dikamarmu baik asap, bau atau debu akan bisa terfilter cukup baik.

6) Jika asap gagal menembus lapisan filter debu exhaust fan, ganti filternya dengan masker medis yang sudah dibuang lapisan tengahnya.
Masker Medis Debu



















Maksudnya, Masker medis kan terdiri dari 3 lapisan, nah gunakan hanya lapisan belakang dan depan alias lapisan tengahnya dibuang.

7) Yang terakhir, ini ngga wajib tapi sangat disarankan.
Negative Ion Air Purifier



















Gunakan tambahan " Negative Ion Generator " untuk membantu filter menetralisir udara di dlm ruangan. Harganya cukup terjangkau 75-200ribuan.

Apa itu ion negatif ? gimana alat elektriknya ? Silakan googling

Selamat mencoba ;)

Megathrust Jawa dan Momentum Berdirinya Mataram Islam

thumbnail

Sumber artikel ini hampir semua berasal dari artikel Megathrust Jawa yang pernah saya buat tahun 2015, namun sudah di koreksi dan ditambahkan beberapa data terbaru sesuai perkembangan.

The Wichmann catalogue of earthquakes and tsunami in the Indonesian region from 1538 to 1877.
Megathrust Jawa
Dalam Wichmann catalogue disebutkan Antara th 1584–86 Gempa dirasakan diseluruh pulau Jawa, perkiraan intensitas terbesar VIII MMI dan menyebabkan kerusakan pada Kompleks Candi Prambanan dan Borobudur. Temuan deposito tsunami di dekat Pangandaran mendokumentasikan kemungkinan besar umur endapan ini berasal dari gempa megathrust 1584-86 di Palung Jawa ini.
megathrust jawa

Dalam Wichmann catalogue kembali disebutkan adanya gempa intensitas terbesar VIII MMI di Jawa Tengah Tahun 1638. Sayang tak ada informasi lebih jauh tentang gempa ini.
tsunami jawa

Meminjam petikan tembang Dhandhanggula dari Babad ing Sang kala, ada sebuah peristiwa yang juga menarik di sekitar tahun 1600an ini. Diceritakan gelombang dahsyat mungkin pernah menyapu pesisir pantai selatan Jawa sekitar tahun 1618 - 1619 Masehi.

"Nir buta iku bumi kala wong Pajang kendhih lungo tilar nagara Adipatinipun angungsi ing Giri Liman, ing Mataram angalih mring Karta singgih nir tasik buta tunggal"

Ketika ’lenyap, berubah menjadi laut buminya’, orang-orang Pajang dikalahkan, mereka meninggalkan tanahnya. Adipati mereka mengungsi ke Giri Liman. Di Mataram, mereka berpindah ke Karta, memang, Ketika ’menghilang, semua kembali ke laut’ (Maret 1618 - Februari 1619)

Kalimat ''nir buta iku bumi'', ''nir tasik buta tunggal'' menandai kekalahan pasukan Pajang tahun 1619. Dimitologikan akibat kemarahan pasukan Ratu Kidul yang naik kedaratan untuk membantu Mataram. Peristiwa ini terjadi di era Sultan Agung raja Kesultanan Mataram Islam yang memerintah th 1613 - 1645.

Menurut Sejarawan Anthony Reid dari Australian National University (yang dilansir Kompas) dalam Historical Evidence for Major Tsunamis in the Java Subduction Zone (2012) kalimat dalam Babad ini mirip dengan kejadian hempasan gelombang laut ke daratan, saat terjadinya Tsunami.

Babad Ing Sangkala menyiratkan kemungkinan terjadinya Tsunami besar pada tahun 1618 - 1619 yang melanda pantai selatan Jogja dan Jawa Tengah (Mataram) dimana tempat ini menjadi pusat perkembangan mitologi Ratu Kidul.

Apakah sebenarnya cerita diatas related dengan Tahun 1638 dalam katalog Wichmann ? apakah Tahun 1638 hanyalah perkiraan karena keterbatasan teknologi dan catatan sejarah masa itu ? dan sebenarnya peristiwa sesungguhnya terjadi Tahun 1618/19 ?  Wallahu’alam

Kita kembali ke Wichmann catalogue yang menyebutkan sebuah peristiwa megathrust Tahun 1584–86. Peristiwa ini persis terjadi sebelum Mataram Islam berdiri pada tahun 1587. Ada 2 mitologi yang bisa dikisahkan dalam artikel ini. Pertama berdasar legenda kampung Pogung Jogja.

Menurut legenda yang diceritakan para orang tua di sekitar Pogung Jogja, wilayah ini adalah kampung yang dibangun oleh “Ki Dalang” Tokoh dari kerajaan mitologi (sebelum lahir Mataram Islam). Kerajaan mitologi ini diperkirakan berada di muara sungai progo di pesisir pantai laut selatan Jogja.

(kisah lengkapnya akan saya share link di paragraf penutup)
Singkat cerita...
Putri Campa dikejar pajurit kerajaan dan melarikan diri hingga bibir pantai selatan, di tengah keputus-asaannya Putri Campa duduk dan berdoa, saat itulah tiba-tiba bumi bergetar dan ombak besar datang menelan Putri Campa termasuk para prajurit yang mengejarnya.

Ki Dalang kembali ke Utara (hutan) setelah kerajaan hancur. Ia mengajak orang-orang yang tersisa kembali ke tempat dimana dia dan Putri Campa dulu memadu cinta. Karena wilayahnya sempit akhirnya Ki Dalang membangun desa yang kelak bernama Pogung.

Cerita kedua berikut ini sudah umum diketahui sebagian masyarakat Jawa, konon sebelum Mataram Islam berdiri, Panembahan Senopati lebih dulu bertemu Ratu Pantai Selatan di wilayah selatan Bantul (kemungkinan antara th 1584-86) dengan tujuan meminta dukungan untuk menjadi Raja Mataram di Kota gede Jogja.

Peristiwa pertemuan ini dicatat dalam Babad Tanah Jawa. Diceritakan, saat Panembahan Senopati menjalankan tapa ngeli terjadi gempa bumi dan kemunculan ombak besar di pantai selatan menghancurkan daratan hingga pohon-pohon tercerabut beserta akarnya, ikan-ikan terlempar ke darat.

Peristiwa ini lalu dikaitkan dengan cerita datangnya Ratu Kidul menemui Panembahan Senopati saat melakukan tapa ngeli tersebut dan singkat cerita terciptalah "perjanjian" antara keraton Mataram Islam dengan penguasa pantai Selatan yang kemudian berlaku turun temurun.

Terlepas dari faktor mitologis yg melingkupinya, Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya tentu adalah sosok Raja sangat cerdas di eranya. Entah sejak kapan ada, mitologi Ratu Laut Selatan tentunya sudah begitu kuat dalam budaya Jawa saat itu.

Mitologi berhasil dikawinkan dengan politik, bencana lalu menjadi legitimasi bahwa sang Raja didukung oleh penguasa laut Selatan. Lawan mana yang tak gentar hatinya untuk menolak legitimasi “ghaib” ini ? Inilah momentum tepat bagi sang Raja untuk mendirikan kerajaan.

Mitologi sebenarnya dapat menceritakan peristiwa tsunami masa lalu. Kisah-kisah dongeng dan mitos sering kali menyimpan informasi tentang suatu peristiwa alam dimasa lalu. Apa yang kita lihat di masa sekarang dan di masa lampau mungkin sama, tapi karena kepercayaan dan budayanya membuat cara penyampaiannya berbeda.

Terlepas dari kepercayaan sebagai tanda kemunculan Ratu Pantai Selatan tersebut, itulah cerita sesungguhnya tentang Tsunami. Cerita-cerita ini oleh ilmuan dijadikan dasar Geo-Mitologi yang bisa menjadi alternatif untuk melacak keberadaan tsunami pada masa lalu.
Tsunami jawa
Metode ini dapat menjadi pelengkap Metode ilmiah dengan penggalian deposit tsunami masa lalu yang dikenal dengan paleotsunami.

Sekian,,,

Benarkah Fullmoon dan Newmoon Memicu Gempa Besar ?! Inilah Fakta Sesungguhnya

thumbnail
Benarkah Full Moon atau bulan Purnama sering terkait ( menjadi pemicu ) gempa skala besar ?! Apakah New Moon atau bulan mati juga sama ?! Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh sejarah gempa itu sendiri. Dan @Jogja_Uncover akan mengungkap fakta sejarah gempa besar di Indonesia sekaligus mengkorelasikannya dengan fenomena fase bulan untuk membuktikannya.

Sumber data Gempa diambil dari BMKG dan USGS, dengan rentang tahun 2000 hingga 2014. Untuk sumber data fase bulan dari aplikasi Lunar Phase dan Deluxe Moon app.
Gempa bumi fullmoon

Berikut data gempa besar periode tahun 2000 - 2014 di Indonesia dan sekaligus fase bulan yg berlangsung di dekat peristiwanya.
 
Gempa Besar dan fase bulan Tahun 2000 - 2005 

4 Mei 2000, 6.5 SR Kep Banggai
New Moon
4 Juni 2000, 7.3 SR Bengkulu
H+2 New Moon
26 Mei 2003, 7 SR Halmahera
H+3 Last Quarter
28 Januari 2004, 6.7 SR Kepulauan Seram
H-1 First Quarter
6 Februari 2004, 6.9 SR & 7.1 SR Nabire Papua
Full Moon
12 November 2004, 6.5 SR Kepulauan Alor
New Moon
26 November 2004, 6.4 SR Nabire, Papua
H-1 Full Moon
26 Desember 2004, 9.4 SR Aceh
FullMoon
2 Maret 2005, 7.5 SR Laut Banda
H-2 Last Quarter
19 November 2005, 6.5 SR Simeulue
H+3 Full Moon
5 Juli 2005, 6.7 SR Nias
H-1 New Moon
19 Mei 2005, 6.9 SR Nias
H+3 First Quarter
10 April 2005, 6.7 SR Kepulauan Mentawai
H+1 New Moon
28 maret 2005, 8,7 SR Sibolga
H+2 Full Moon

Gempa Besar dan Fase bulan Tahun 2006-2008

23 Juli 2006, 6.1 SR Sulawesi
H-2 New Moon
17 Juli 2006, 7.7 SR Pengandaran
H-1 Last Quarter
27 Mei 2006, 6.2 SR Yogyakarta
New Moon
27 Januari 2006, 6.3 SR Palu Sulawesi
H-2 New Moon
9 Agustus 2007, 7.5 SR lndramayu
H+3 Last Quarter
6 Maret 2007. 6.3 & 6.1 SR Sumatera
H+2 Full Moon
21 Januari 2007, 7 SR Sulawesi Utara
H+2 New Moon
13 September 2007, 7.9 SR Mentawai
H+2 New Moon
12 September 2007, 8.4 SR Padang
H+1 New Moon
16 November 2008, 7.3 SR Gorontalo
H+3 Full Moon
20 Februari 2008, 7.3 SR Simeulue, Aceh
H-l Full Moon

Gempa Besar dan fase bulan Tahun 2009 - 2010

24 Oktober 2009, 6.9 SR Kepulauan Tanimbar
H-2 First Quarter
1 Oktober 2009, 7.0 SR Jambi
H-3 Full Moon
30 September 2009, 7.6 SR Pariaman
Tidak Terkait Fase Bulan
(H+4 First Quarter atau H-4 Full Moon)
19 September 2009, 6.4 SR Bali
New Moon
2 September 2009, 7.3 SR Tasikmalaya
H-2 Full Moon
16 Agustus 2009, 6.7 SR Siberut
H+2 Last Quarter
12 Februari 2009, 7.2 SR Kepulauan Talaud
H+3 Full Moon
3 Januari 2009, 7.6 SR Manokwari
H-1 First Quarter
25 Oktober 2010, 7.7 SR Kepulauan Mentawai
H+2 Full Moon
16 Juni 2010, 7.0 SR Papua
H-3 First Quarter
18 Mei 2010, 6.0 SR Sukabumi
+3 First Quarter
9 Mei 2010, 7.2 SR Meulaboh
H+3 Last Quarter
24 April 2010, 6.1 SR Maluku
H+2 First Quarter
7 April 2010, 7.2 SR Sinabang
H+1 Last Quarter
14 Maret 2010, 6.5 SR Kepulauan Obi
H-2 New Moon
5 Maret 2010, 6.8 SR Bengkulu
H-2 Last Quarter

Gempa Besar dan Fase Bulan Tahun 2011 - 2014 

25 April 2011, 6 SR Kendari
Last Quarter
4 April 2011, 7.1 SR Cilacap
H+1 New Moon
13 Oktober 2011, 6.8 SR Bali
H+1 Full Moon
6 September 2011, 6.7 SR Aceh
H+1 First Quarter
26 Juni 2011, 6.4 SR Papua
H+3 Last Quarter
18 Agustus 2012, 6.2 SR Donggala
H+1 New Moon
25 Juli 2012, 6.4 SR Simeulue
H-1 First Quarter
11 April 2012, 8.4 SR Aceh
H-2 Last Quarter
11 Januari 2012, 7.3 Meulaboh
H+2 Full Moon
6 Juli 2013, 6.1 SR Kepulauan Mentawai
H-2 New Moon
2 Juli 2013, 6.1 SR Aceh
H+2 Last Quarter
22 Januari 2013, 6.0 SR Aceh
H+3 First Quarter
15 November 2014, 7.3 Halmahera
H+1 Last Quarter
25 Januari 2014, 6.5 SR Kebumen
H+1 Last Quarter

Kesimpulan
Jadi 54 Gempa Besar di Indonesia periode tahun 2000-2014 terjadi pada fase :
New Moon : 16
Last Quarter : 14
Full Moon : 14
First Quarter : 10

Belum puas ?!
Gempa Lombok 5 Agustus 2018, berkekuatan 7 SR terjadi pada fase bulan Lastquarter.
Gempa dan tsunami Palu - Donggala Sulawesi, 28 September 2018 berkekuatan 7,4 SR dan terjadi 3 hari setelah Fullmoon.

Jika melihat data dan fakta tersebut, jelas justru fase Newmoon dan Quarter yang lebih dominan saat terjadi gempa besar, namun tak ada satupun dari fase ini yang menunjukkan angka signifikan untuk ditarik benang merah atau disimpulkan sebagai pemicu peristiwa gempa besar kecuali hanya sebagai asumsi Pseudosains.

Apa itu pseudosains (Ilmu semu) !?
yaitu sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tetapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji.

Jadi dari fakta tersebut apakah relevan mengatakan Fullmoon dan Newmoon terkait (menjadi pemicu) gempa skala besar ?! Silakan utk menyimpulkan sendiri :)
Jika data dirasa kurang, silakan riset sendiri dengan data gempa besar periode th 1900-2018 yang bisa didapat di website USGS.

TAS SIAGA EVAKUASI TSUNAMI

thumbnail
TAS SIAGA EVAKUASI BENCANA TSUNAMI ini untuk kawan2 yang tinggal di pesisir pantai yang rawan potensi Tsunami. TAS SIAGA ini bukanlah tas piknik / kemping. Tas ini berfungsi untuk evakuasi darurat. Maka efektifitas dan efisiensi lebih diutamakan, karena kecepatan evakuasi sangat dibutuhkan pada masa krisis. TAS SIAGA ini dirancang untuk membantu komunikasi dengan dunia luar dan bertahan selama masa evakusi darurat dalam waktu 2-3 hari.

tas siaga bencana tsunami

1. JAKET
Gunakan hanya jaket parasut tipis yang cepat kering.
2. MAKANAN & MINUMAN
Sediakan makanan dan minuman instan siap makan yang kadaluarsanya panjang
3. VOUCHER ISI ULANG
Gunakan nominal yang cukup untuk komunikasi bantuan
4. DOKUMEN BERHARGA & IDENTITAS
Berupa surat2 legalitas penting beserta Identitas diri/keluarga
5. ROMPI UDARA
Rompi ini biasa digunakan orang2 untuk keamanan di perairan.
6. PELUIT
Pilih yang suaranya paling melengking
7. OBAT-OBATAN
Baik obat-obatan penyakit bawaan atau P3K
8. CERMIN
Gunakan cermin kecil yang biasa dipakai wanita untuk makeup
9. UANG
Gunakan uang pecahan kecil 10 ribu, 20 ribu dan 50 ribuan.
10. NOMOR TELPON
Catat nomor telpon penting pada kertas (Keluarga, Sahabat / Tim SAR)
11. BATERAI HP CADANGAN
Selalu isi baterai ini secara berkala, Hpnya jangan lupa dibawa saat evakuasi :D
12. SENTER
Gunakan senter dengan tenaga baterai, jangan lupa siapkan juga baterai cadangannya
13. PELASTIK
Gunakan Pelastik kedap air yang bisa ditutup, kemudian masukkan isi tas yang tak tahan air kedalamnya.
14. CATATAN DOA
Sesuaikan dengan agama masing2

Untuk TAS SIAGA BENCANA GEMPA yang posisinya jauh dari pantai, silakan menyesuaikan.
Mungkin ada beberapa item yang belum dipahami apa fungsinya, akan mimin update pada kesempatan selanjutnya.
Ada banyak contoh TAS SIAGA, jika versi @Jogja_Uncover kurang tepat silakan Googling referensi lain.

Matur Nuwun... #SALAMMITIGASI

Gempa Beruntun Malang dan Potensi Megathrust Subduksi Jawa Timur

thumbnail
Pasca gempa 5.8 SR Malang 19 Juli 2018 19:23:35 WIB, aktifitas tektonik di laut Selatan Malang mendadak ramai. Bahkan seismograf Wanagama UGM Jogja yang terletak cukup jauh turut merekam aktivitasnya. Intensitas Aftershock gempa ini mencapai lebih dari 40 kali dengan skala bervariasi antara 3-4 SR.

5.8 SR tergolong gempa "kecil", namun banyaknya rentetan gempa susulannya memunculkan kekhawatiran berbagai kalangan. Waspada Megathrust ! itulah kekhawatirannya. Yang jadi pertanyaan, mungkinkah potensi Megathrust bisa muncul di segmen laut selatan Malang ini ?!

Jawa Timur khususnya wilayah laut Selatan Malang pernah mencatat sejarah gempa bumi besar disertai Tsunami pada tahun 1994 silam dengan kekuatan 7.8 SR. Episentrum gempa pemicu Tsunami ini berada di sebelah Selatan segmen gempa 5.8 SR Juli 2018 yang kini sedang ramai dibicarakan.
Gempa Tsunami Malang

wilayah gempa 5.8 SR 2018 ini sendiri, jauh sebelumnya sudah sering mengalami peristiwa gempa bumi. Berdasarkan catatan katalog gempa USGS, ada banyak gempa di sini dengan skala 5-6 SR sejak tahun 1900. Artinya secara historis segmen ini bukan salah satu seismic gap yang berpotensi melahirkan gempa Megathrust. Semoga saja, Aamin.

Lalu bagaimana jika kita berkaca dari gempa Megathrust Jepang yang berskala 9.1 SR pada 11 Maret 2011 silam?! Bukankan episentrum gempa ini berada di zona yang bukan masuk kategori seismic gap?!
Ini pertanyaan menarik.

Dalam catalog USGS Gempa 9.1 SR 2011 diawali oleh gempa yang sangat signifikan 7.3 SR pada 9 Maret 2011 atau 2 hari sebelum Megathrust tersebut bangkit. Rentetan gempa susulannya berjumlah 1235 dan 63 diantaranya berskala 6,0 lebih. Gempa ini terjadi di Palung Jepang, dihasilkan oleh tiga segmen kerakbumi yang saling berdampingan dan terpatahkan secara bersama-sama. Di segmen episentrum gempa Jepang ini ternyata juga mencatat gempa-gempa skala 6-7 SR yang sudah sering terjadi sejak puluhan tahun silam.

Munculnya gempa Megathrust di margin lempeng Pasifik ini tidaklah mengejutkan, sebab sejarah menunjukkan dalam 60 tahun terakhir kawasan Pasifik Utara telah diguncang oleh 4 gempa Megathrust yang mematahkan margin lempeng mulai dari Jepang hingga Alaska.
Artinya?!
Cukup sulit untuk bercermin pada Megathrust Jepang 2011 sebagai pembanding dengan rentetan gempa Malang Juli 2011 (Semoga saja asumsi ini benar). Wallahu A'lam Bishawab...

Haruskah tetap waspada?! Harus!
Episentrun gempa 5.8 SR Malang 2018, berada di sebelah Timur segmen Jogja - Jawa Tengah yang saat ini masuk dalam zona seismic gap 3 atau tergolong "sepi" dalam sejarah gempa besarnya. Namun kawasan "Sepi" di zona subduksi tentu bukanlah kabar menggembirakan. Karena seismic gap menyimpan potensi Megathrust dan rawan terpicu oleh gempa di segmen tetangga.

Potensi Tsunami Jawa Tengah

Lebih lanjut tentang seismic gap silakan baca disini
Potensi Tsunami Jawa


Gempa berulang Pacitan berhubungan dengan Letusan Freatik Merapi 2018 ?!

thumbnail
Ada banyak pertanyaan yang dimention ke akun twitter @jogja_uncover akhir² ini terkait gempa beruntun yang terjadi di wilayah laut selatan Pacitan.
Adakah korelasinya dengan aktifitas letusan Merapi ?!
Akankah muncul potensi gempa besar ?!

Mari kita buka layar tancepnya...

Sepanjang bulan Mei 2018 ini, hingga 24 Mei pk 00.30 WIB, tercatat 11x gempa (minor) telah terjadi di laut selatan Pacitan. Kekuatan gempa rata² berkisar ±3 SR dengan kedalaman dangkal 10-30km.
Berikut episentrum gempa selama bulan Mei 2018 yang berada di wilayah laut selatan Pacitan. Simbol "Love" bukan kode Dilan ya ;)
Gempa pacitan 2018
Terlihat episentrum membentuk garis menerus dari Utara ke Selatan, apakah ini mengindikasikan jejak aktifitas Sesar Grindulu yang dulu sering disebut² ?! 

Sebentar, dalam "Peta Gempa Nasional 2017" Sesar Grindulu tak masuk dalam daftar. Jadi kita abaikan dulu Sesar ini.
Peta gempa nasional 2017

Pernahkah wilayah laut Selatan Pacitan yang lagi kita bicarakan ini mengalami gempa besar ?! Ya, 20 Oktober 1859 perkiraan skala di atas 7 SR. Sudah berlalu 159 tahun lalu.
National Geophysical Data Center memplot episentrum berada di sekitar -9,0,111,0. Terlihat ada titik² gempa Mei 2018 di sekitarnya.
Gempa pacitan

Bagaimana jika kita masukkan data gempa Pacitan bulan April 2018 ?! Berikut penampakannya...
Sejarah gempa pacitan

Apakah ini pertanda gempa besar akan terjadi lagi ?! 159 tahun memang waktu yang lama namun tetap Wallahu'alam.
Sekarang kita pindah sebentar ke Jawa bagian Barat.
Gempa jawa barat 2018
Meminjam Plotting Episentrum gempa yang dibuat pak Didik dari Bandung, Sesar Cipamingkis juga mengalami fenomena yang hampir sama selama ±2 bulan di awal tahun ini. Petunjuk akan adanya gempa besar ?! Wallahu'alam.

Kembali ke gempa Pacitan.
Fenomena yang terjadi adalah wajar karena secara umum segmen di dekat zona subduksi ini dipengaruhi oleh penunjaman dua lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

Adakah kaitan antara rentetan gempa Pacitan dan Erupsi Freatik Merapi ?! secara umum tidak. Karena skala gempa Pacitan yang tergolong minor ini (±3SR) terlalu kecil untuk mempengaruhi dapur magma Merapi.

Tapi yang harus menjadi catatan adalah, malam ini 23-05-2018 23:59:14 WIBr Terjadi Gempa 4.2 SR, 128 km Baratdaya Gunung kidul yang berada di Barat Pacitan. Gempa ini berpotensi "Memicu" Merapi karena terekam di seismograf ST Merapi.

Apakah ini artinya kita aman dari gempa besar ?!

Jawabannya adalah, "selama kita hidup berhadapan dengan zona subduksi dan juga berdampingan dengan sesar aktif maka sewaktu² kita bisa mengalami gempa besar".

Maka kuncinya adalah kesiapan Mitigasi bencana.
Dan akun twitter @Jogja_Uncover seperti biasa Insya Allah akan terus update twit kisaran tanggalnya yang berhastag #Mitigasi. Sekali lagi, ini tentang Mitigasi bukan prediksi, bukan sama sekali ramalan dari bisikan di telinga kiri.

Sekian, semoga banyak berkah hari ini.