Home » , , , , » UMK Rendah dan Rencana Mahasiswa Jogja 2016

UMK Rendah dan Rencana Mahasiswa Jogja 2016

Hasil survei @Jogja_Uncover terkait rencana mahasiswa kampus Jogja 2016 kali ini cukup mengejutkan, mengapa ? karena hasil tersebut bertolak belakang dengan survei pada tema yang sama di tahun 2013 silam. Pada tahun tersebut persentase mahasiswa yang rencananya akan bertahan di Yogyakarta setelah lulus kuliah cukup tinggi yaitu 45% disusul pilihan Merantau 30% dan Pulang Kampung 25%.

umk yogyakarta
Lalu bagaimana hasil survei mahasiswa kampus Yogyakarta di awal tahun 2016 ?! dari 52 responden @Jogja_Uncover ternyata kali ini yang berencana untuk Bertahan atau menetap di Jogja hanya mencapai angka 35%, jauh dibawah pilihan Merantau yang persentasenya mencapai 60%. Sementara Pulang Kampung hanya mendapat 5% suara.

52 responden memang masih kecil untuk mewakili mahasiswa di kampus Yogyakarta namun sudah bisa menjadi gambaran fenomena puncak gunung es, dimana penampakan diatas permukaan hanya sebagian kecil dari penampakan keseluruhan.

Fenomena apakah ini?! mengapa Yogyakarta seakan mulai luntur "magis"nya ?! Berikut beberapa kutipan alasan responden yang berencana merantau ke kota lain setelah lulus kuliah terkait Upah Minimum Kota Jogja :

@tiwidama pindah kota lain ngikut suami (kebetulan udah nikah). Yogyakarta udah gak senyaman dulu. Buat hidup rumah tangga ga baek buat finance + mental
@katonaoyuki1 ke kota lain, mencari kerja dengan UMK yang lebih tinggi
@AmiAsyhuri Merantau cari kerja. Sebab UMK Jogja masih kecil banget
@noveanto23 merantau, UMK disini beda jauh sama di Jakarta (misalnya) padahal harga makan ngga jauh beda

Saya setuju dengan pendapat di atas, Upah Minimum Kota Jogja 2016 memang tergolong kecil yaitu Rp 1.452.400,00 naik dari tahun sebelumnya 2015 Rp 1.302.500,00. sementara UMK Kabupaten Sleman 2016 adalah sebesar Rp 1.338.000,00 naik dari tahun sebelumnya 2015 Rp 1.200.000,00.

UMK Yogyakarta bahkan kalah dengan Salatiga (Rp 1.475.139), Pekalongan (Rp 1.500.000) bahkan dibanding Upah Minimum Kabupaten Cilacap (Rp 1.600.608) dan Kabupaten Kendal (Rp 1.834.600). Sekarang coba bandingkan dengan UMK kota yang selevel : Semarang (Rp 1.909.236), Malang (Rp 2.099.000), Surabaya (Rp 3.045.000) atau mungkin DKI Jakarta (Rp 3.100.000)

Bandung Rp 2.626.940
Jogja Rp 1.452.400,00
Beda 1.174.000,00 atau ± 45%

Yang Jadi Pertanyaan
Jika harga sewa kamar kost minimal layak pakai di dekat kampus Bandung adalah 500 ribu apakah setara dengan di Kota Yogyakarta dengan harga 275 ribu ? Apakah ada di Kota Jogja yang seharga itu ? Jika ada pasti jumlahnya langka. Harga 500 di Bandung ? Buanyak!.
Jika harga makanan minimal standar di Kota Bandung 7.500,- apakah di Jogja dengan jenis makanan yang sama di level warung yang sejenis seharga 4.100,- ?

Sekarang Silakan Analisa
Jika harga Bensin 10.000,- di kota Bandung maka apakah di Yogyakarta seharga 5.500,- dengan takaran yang sama ?
Apakah jika biaya paket Internet di Bandung 20.000,- maka di Jogja seharga 11.000,- dengan kuota yang sama ?
Apakah jika biaya dokter di Bandung senilai 150.000,- lalu di Jogja 82.500,- ?
Apa rokok merek XXX di Bandung yang seharga 15.000,- lalu di Yogyakarta dengan merek yang sama seharga 8.250,- ? Rokok merek macam apa itu ? heheheh....

Perhitungan ini belum seberapa jika dibanding Jakarta dengan Upah Minimum Rp 3.100.000,- jadi wajar jika magnetnya sangat kuat menarik lulusan kampus Jogja untuk mengadu nasib di ibu kota.

Seorang Graphic Designer fresh graduate di Yogyakarta rata-rata berpenghasilan awal 1-1.5 Juta atau 2x lipat lebih dengan Jakarta yang rata-rata kisaran 3-4 Juta per bulan, ini belum termasuk bonus dan lembur yang hitungannya jauh lebih besar dibanding Jogja. Tahun 2014 teman saya yang bergaji 5 jutaan di Jakarta beniat pindah ke Jogja dan oleh 2 perusahaan hanya ditawar 1.5 Juta. Beliaupun langsung mengurungkan niatnya.

Yogyakarta mungkin " Murah " dalam beberapa hal, seperti makan (mungkin). Namun tak cukup murah dalam konteks biaya hidup apalagi jika dikorelasikan dengan penghasilan berdasar Upah Minimum Kota. Artinya, murahnya Jogja hanya bersifat semu. Karena biaya hidup keseluruhan tak sekedar tentang Sandang, Pangan dan Papan tapi juga tentang UMK.

Selain itu, biaya hidup yang dulu bersifat sekunder di era modern sekarang sudah menjelma menjadi kebutuhan "Wajib" contoh kecil paling sederhana misalnya paket Internet, obat-obatan, bensin atau transport, Service motor, parkir, bahkan mungkin biaya nongkrong termasuk hiburan seperti bioskop dan tempat rekreasi.

Bersambung ke artikel Berikut
Biaya Hidup Tinggi dan Rencana Mahasiswa Yogyakarta
Share Artikel di Medsos
DMCA.com Protection Status
Copas Artikel Silakan Cantumkan link sumber
Follow Sosmed Jogja Uncover
Facebook Twitter
Terima Kasih Sudah Membaca UMK Rendah dan Rencana Mahasiswa Jogja 2016

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »