Isu Gunung Merapi Meletus dan Tanda Alam yang Menyertai - Sesi Satu

Tak terasa sudah "lama" gunung Merapi tertidur, hampir memasuki masa 7 tahun belum ada tanda-tanda terbangun semenjak meletus dengan skala 4 VEI pada tahun 2010 silam. Kisah aktifitas Merapi pasca meletus besar tersebut hingga 2016 nyaris tak pernah sepi dari isu yang menyertainya.

Praktek beredarnya isu di Yogyakarta ini tersebarluas secara "alami" (kesalahan persepsi) maupun terorganisir (sengaja) melalui broadcast message dan SMS termasuk sosial media. Beberapa diantaranya dipicu oleh fenomena anomali alam dan aktifitas Gunung Merapi sendiri. Diantara isu yang beredar lalu mana yang fakta dan mana yang menyesatkan ?! Berikut sedikit catatan dari  http://jogjauncover.blogspot.co.id/

• Cuaca yang Gerah
Sekitar bulan Maret 2013 sebuah twit terlihat di timeline yang berbunyi " Jogja akhir-akhir ini terasa panas, waspada kawan-kawan, Merapi meh njeblug ". Menggunakan 3 kata kunci " Jogja Panas Merapi " saya coba menelusuri lagi twit-twit yang memiliki pola pemikiran yang sama. Gak disangka, saat itu juga hasil pencarian menunjukkan sedikitnya ada 19 twit hari itu yang bertema sama " Jogja panas Merapi mau meletus ". Bahkan ada juga yang menulis " Ini tanda-tanda naiknya magma menuju kawah Merapi ". Mmm...

Saat itu termo digital dirumah memang menunjukkan angka 35 °C. Luar biasa!. Berbeda dengan aplikasi di ponsel yang menunjukkan angka 33. Ya wajar sih, aplikasi ini memang tak bisa dipercaya, karena hanya bersifat prediktif berdasarkan perhitungan suhu maksimal dan minimum kemudian dibuat rata-rata lalu dibagi dalam rentang waktu 24 jam. Jelas ini bukan angka real sebenarnya.

Panasnya suhu sebuah kota biasanya terjadi 2 kali dalam setahun, yaitu disekitar bulan Maret dan Oktober dimana saat itu matahari melintas di atas zenith Pulau Jawa termasuk Yogyakarta sebagai akibat dari siklus rutin pergerakan semu Matahari, siklus inilah yang menyebabkan pergantian musim di Indonesia. Nah di sekitar bulan itu biasanya suhu kota Jogja akan mencapai puncaknya dan diiringi isu yang beredar bahwa sebentar lagi gunung Merapi meletus. Ini mitos namun paling banyak dipercaya oleh para orang tua dan diturunkan ke anak cucu.

Mengapa Jogja Uncover bilang mitos ?! Sederhana. Selain alasan siklus peredaran semu Matahari, pernahkah mendengar ada ilmuan gunung api di muka bumi ini menggunakan parameter suhu kota untuk menganalisa aktifitas sebuah gunung api ?! Silakan jawab sendiri. Khusus untuk parameter ini akan dibuat dalam artikel terpisah.

Suhu magma yang mencapai puncak gunung Merapi bisa menembus 600-1.200 °C, suhu "Wedus Gembel" sendiri ada yang mencatat mencapai 500-1.100°C. Panas ini tak akan sanggup mempengaruhi suhu sebuah kota khususnya Jogja, apalagi saat magma masih di dalam perut bumi.

Lain soal jika suhu yang diukur adalah di permukaan kawah, akan saya ulas dalam artikel selanjutnya. Berbeda pula ketika terjadi letusan dan Yogyakarta diselimuti abu vulkanik. Tentu saja akan mempengaruhi suhu kota karena abu vulkanis di udara dapat menjebak panas bumi hingga tak bisa kembali balik keluar angkasa.

• Aktifnya Gunung Tetangga
Masih ingat dengan kenaikan status Gunung Slamet dan Meletusnya Kelud beberapa tahun belakangan ini ?! Tak lama pasca kejadian, beredar isu di kalangan pengguna sosial media Jogja bahwa Gunung Merapi akan turut aktif. Isu ini juga masuk kategori keliru alias salah dalam memahami alam.

Semua gunung api memiliki karakter dan type sendiri yang tidak saling berhubungan. Letusan dikontrol oleh dapur magma mandiri yang satu dengan lainnya tidak terkoneksi. Artinya, letusan gunung Kelud atau naiknya status gunung Slamet takkan serta merta menaikkan aktifitas gunung Merapi.

• Dentuman Merapi
Inilah aktifitas gunung Merapi tahun 2014 yang bikin heboh warga kota Jogja dan memicu kekhawatiran. Isu akan meletusnya gunung ini beredar dengan cepat di sosial media.

Bunyi dentuman tersebut berasal dari perut Merapi dan memang sangat jelas terdengar di beberapa kawasan Yogyakarta dan Sleman. Bahkan berdasarkan survei yang @Jogja_Uncover buat untuk memetakan kawasan yang mendengar suara ini ternyata juga mencapai Bambanglipuro Bantul sekaligus memicu keresahan akan adanya gempa besar. 29 April 2014 status Merapi naik menjadi waspada, kenaikan ini sudah @Jogja_Uncover prediksi melalui kutwit 1 hari sebelum diumumkan oleh BPPTKG.

Tanpa ada penjelasan pihak berwenang waktu itu terkait penyebab dentuman terdengar hingga Bambanglipuro Bantul, @Jogja_Uncover akhirnya coba berinisiatif mengurai pertanyaan ini dengan sebuah kultwit bertema " dentuman Merapi dan Sesar Opak " pada 29 April 2014 atau 2 jam pasca resmi diumumkannya kenaikan status. Silakan di cek dengan kata kunci pencarian di twitter " Suara Gemuruh Merapi Merambat di Sesar-sesar DIY @Jogja_uncover "
suara dentuman gunung merapi

12 hari kemudian baru muncul berita pada 11 Mei 2014 di beberapa koran harian Yogyakarta tentang penjelasan Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, dengan tema yang senada " Dentuman Merapi menjalar di jalur sesar gempa ". Penjelasan yang cukup terlambat.

Karena itulah @Jogja_Uncover semakin yakin bahwa akun ini harus tetap ada untuk bisa menjelaskan dengan cepat dan tepat terkait isu-isu yang berkembang dan butuh penjelasan agar isu negatif tak segera berkembang secara luas. Tentunya penjelasan Admin sebatas kapasitas dan wawasan yang dimiliki dan bersifat non resmi. Ya minimal dikalangan follower.

Merapi sendiri saat itu mengeluarkan suara dentuman dari dalam tubuhnya. Secara teori, dentuman baik untuk mengurangi akumulasi gas di dalam perut Gunung Api (Semacam orang sakit perut lalu kentut mungkin). Energi pelepasan ini langsung terlepas tanpa penghalang artinya tak ada sumbatan di piva jalur lahar di puncak Merapi kala itu, sehingga energi besar tidak sampai terakumulasi yang menghasilkan erupsi. Suara dari dalam ini kemudian merambat di sistem jalur sesar Merapi yang terhubung ke patahan Opak dan Dengkeng hingga menyebar ke berbagai wilayah Timur dan Selatan Yogyakarta.

Mari kita ngopi sejenak... Bersambung ke sesi dua:
Isu Gunung Merapi Meletus dan Fenomena yang Terjadi 

Follow Jogja Uncover

Georitmus | MTGS

Seperti halnya di akun sosmed, di Blog ini kamu juga akan menemukan istilah Georitmus dan MTGS pada bagian menu.
  • Georitmus

    Grafik potensi.

  • Tanggal MTGS

    Kurun waktu potensi.

  • Mitigasi

    Persiapan dini.

  • Kesadaran

    Terciptanya masyarakat sadar bencana.

    SoraTemplates | Free Blogger Templates | Blogger